BREAKING NEWS
latest

728x90

468x60

featured
randomposts3

Padang Rancak

PADANG RANCAK/block-1

PENDIDIKAN

PENDIDIKAN/block-2

PARIWISATA

PARIWISATA/block-2

NASIONAL

NASIONAL/block-1

EKONOMI

EKONOMI/block-3

Latest Articles

Bersama Tokoh Lainnya, Ja'far Jemput Aspirasi Petani Padang

Ja'far yang merupakan Caleg DPRD Kota Padang dengan daerah pilihan Kuranjil-Pauh Silaturrahimi Kelompok Tani Se Kota Padang bersama Bpk H. Hermanto, MM  selaku Anggota DPR RI Bidang kerja Pertanian, Perikanan dan Kelautan di Padang. 

Hadir sekitar 50 orang dari perwakilan Koordinator dan Pengurus Kelompok Tani dari beberapa kecamatan di Koata Padang diantaranya yaitu Kuranji, Pauh, Koto Tangah, Lubeg dan Bungus Teluk Kabung.

Dalam pertemuan pada Selasa 13/11 tersebut turut hadir juga Staf Ahli DPR RI, Joko yang  memberikan bantuan Alat-alat  pertanian aspirasi dari para petani melalui H. Hermanto.

Hampir seluruh Kolompok Tani di Kota Padang yang terdaftar di dinas kota Padang dan mengajukan aspirasinya melalui Hermanto telah terwujud semua

Juga hadir Pun Ardi selalu staf ahli DPR RI perwakilan di Padang yang mencatat kebutuhan aspirasi petani kedepannya.


(t.a)

VIRAL! Tahun 2019 Buku Nikah Akan Diganti Kartu Nikah


Padang (15/11), Kementerian Agama akan luncurkan Kartu Nikah pada November 2018 ini. Hal ini dilakukan untuk memudahkan para pasangan suami-istri yang akan mengurus hal hal yang harus menggunakan Buku Nikah.

"Kita ingin kedepan tanda bukti seseorang telah menikah tidak lagi menunjukkan buku nikah yang besar yang susah di taruh saku dan dibawa berpergian",ucap Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin 

Direncanakan kartu nikah yang akan dibuat seperti KTP elektronik yang dilengkapi juga dengan barcode dan berbasis aplikasi web Sistem Manajemen Nikah(Simkah).

Kementerian agama berharap dengan adanya kartu nikah ini memudahkan para pasangan suami istri untuk menunjukkan bukti telah menikah jika diperlukan.

(d)

Tingkatkan Produktivitas Petani, Hermanto serhakan bantuan di Mentawai

Mentawai (13/11), Anggota DPR RI dari PKS, Hermanto menyalurkan bantuan berupa alat mesin Pertanian (Alsistan) ke Kabupaten Kepulauan Mentawai. Bantuan diserahkan secara simbolis kepada Bupati Kabupaten Kepulauan Mentawai Yudas Sabaggalet di Halaman Aula kantor Sekretariat Daerah pada hari Senin (12/11).

Bantaun yang diberikan berjumlah 172 Alat Mesin Pertanian, diantaranya Hand Traktor 34 unit, Pompa Air 29 unit, Hand Spayer 78 unit, dan Rice Transplanter 5 unit, serta alat tanam jagung 26 unit. Setelah diserahkan kepada Bupati, bantuan langsung diserahkan ke tangah Petani yang hadir dalam acara serah terima bantaun tersebut.

Bupati kabupaten Kepulauan Mentawai, Yudas Sabaggalet mengatakan, bantuan ini harus digunakan sebaik-baiknya karena ini sudah dapat membantu kelompok tani untuk meningkatkan hasil pertaniannya ini kita mohon kepada kelompok tani yang menerima bantuan ini.

"Dengan adanya bantuan ini dapat meningkatkan hasil panen agar dapat meningkatkan ketahanan pangan di Kabupaten Kepulauan Mentawai. Bila selama ini masyarakat hanya menggunakan alat sederhana, dengan adanya alat ini harus dimanfaatkan untuk peningkatan produktivitas," harapnya.

Yudas kemudian berpesan agar penerima bantuan dapat menjaga dan merawat peralatan dan mesin bantuan yang diberikan. Yudas pun mnegucapkan terimakasih atas perhatian Hermanto, DPR RI, dan Kementerian Pertanian yang telah bnayak membantu program pertanian di Kabupaten Kepulauan Mentawai.

Sementara itu, Anggota Komisi IV DPR RI Bidang Pertanian, Kehutanan dan Kelautan, Hermanto menyebutkan Program ini adalah bentuk upaya Pemerintah dalam meningkatkan Swasembada pangan. Di mana yang menjadi perhatian utama  yakni Produktivitas Petani Padi, Jagung dan Kedelai.

"Padi, Jagung, dan Kedelai menjadi target swasembada di Pemerintah Pusat. Kita selalu berupaya mendorong realisasi anggaran untuk bantuan petani terutama Petani penghasil 3 komuditas tadi," tutup Hermanto.

(apuk)

Masyarakat Sungai Sapih dapat bantuan Itik

Padang (15/11), 5 tahun yang lalu, Kelompok Tani asal Sungai Sapih, Padang, mendapat bantuan 100 ekor itik. Bantuan hibah itik tersebut berasal dari aspirasi DPRD Sumbar Trianda Farhan. Bantuan 100 ekor ini berguna untuk meningkatkan produktivitas anggota tani karya bersama.

Dari mulai diberikan itik-itik itu mulai dikembangkan dan sampai saat ini masih eksis. Itik itu malah ada yang sudah bertambah jumlah itiknya.
Minggu lalu, Dinas Pertanian melakukan kunjungan ke kelompok tani tersebut. Pihak dinas menilai poktan ini eksis dan terus semangat mengelola itik itiknya.

Penggerak Kelompok Tani Karya Bersama, Ja'far  menyebutkan, semangat beternak itik sangat besar di anggota kelompok. Hal ini disebabkan ketersedian lahan ternah dan pakan alami di sekitaran Sungai Sapih.

"Kita berterimakasih atas bantuan Anggota Dewan dulunya. Bersyukur kita kembali dilirik Dinas Pertanian, dan ditambah bantuan itiknya", ujar Pria yang akan maju mewakili masyarakat Sungai Sapih di Pileg 2019 ini.

Melihat semangat itu petugas Dinas Pertanian menyalurkan kembali tambahan itik sebanyak 275. Dengan tambahan itu, diharapkan anggota Poktan semakin produktif ke depannya.

(RM)

Masrizal : HKN, momentum Peduli Sehat berawal dari Keluarga


Padang (14/11), Peringatan Hari Kesehatan Nasional memang telah dilewati pada Senin (12/11) kemarin. Dalam Peringatan HKN, banyak sekali berseliweran ucapan dan promosi agar kita semua peduli terhadap kesehatan.

Kesehatan pastilah menjadi harapan bersama banyak orang. Sehat dapat meningkatkan Produktivitas tiap warga masyarakat. Tentu saja sehat di sini dalam artian sehat jasmani dan rohani.

Menurut Tokoh Masyarakat Sumbar, Masrizal Munaf, subtema yang dipakai pada HKN tahun ini sangat menarik. Mengusung tema "Aku Cinta Sehat" dan subtema "Ayo Hidup sehat mulai dari Kita", pemerintah berusaha mengajak Masyarakat untuk memulai pola hidup sehat dari diri sendiri.

"Saya melihat, tema ini menarik. Edukasi Pola Hidup sehat menjadi penting dengan adanya Subtema Ayo Hidup sehat mulai dari Kita. Saya berharap Pemerintah benar-benar serius dalam hal ini, proses edukasi masyarakat memang tidak mudah, tapi ini jauh lebih baik ketimbang fokus pada pengobatan saja. Karena kita ketahui bersama, mencegah lebih baik dari mengobati," jelas Masrizal.

Pria yang anaknya sedang menyelesaikan kuliah Pendidikan Dokter ini juga menyampaikan beberapa kondisi memprihatinkan di Indonesia.

Dia menyebutkan dua hal yang masih menjadi problem bangsa di Bidang kesehatan yakni masih tingginy Angka kematian Ibu dan Anga Gizi Buruk.

Masrizal juga dengan peringatan HKN tahun ini seluruh unsur Stakeholder bekerjasama dengan masyarakat dalam meningkatkan kesadaran untuk sehat muali dari Keluarga. Selain itu, dia menjelaskan selain langkah edukasi pencegahan, butuh pula untuk edukasi pengobatan di masyarakat. Hal ini tentu saja bukan sekedar lewat edukasi model pelatihan atau penyuluhan, tapi juga ketersediaan tenaga medis sebagai tempat berkonsultasi yang dekat dengan masyrakat.

"Untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengatasi masalah kesehatan, perlu ditunjang dengan sarana yang dapat meningkatkan pengobatan sendiri secara tepat, aman, dan rasional. Oleh karena itu peran apoteker dalam pelayanan KIE (Komunikasi Informasi dan Edukasi) serta pelayanan obat kepada masyarakat perlu ditingkatkan dalam rangka pengobatan sendiri," tutup Masrizal.

(A.K)

Rahmat Saleh : PKS Dukung Kenaikan Tunjangan Penghasilan Pegawai, tapi harus berkeadilan

Padang (14/11), Badan Anggran (Banggar) DPRD Provinsi Sumatera Barat telah melakukan rapat bersama Tim Anggaran Pemerintah daerah (TAPD) pada Selasa (13/11). Rapat tersebut turut menghadirkan Tim Peneliti Kajian Rencana Kebijakan menaikkan Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP) untuk ruang lingkup Pemerintahan Provinsi Sumbar pada anggaran tahun 2019.

Dalam rapat tersebut, Tim Peneliti yang diketuai DR. Asrinaldi ini memaparkan kajian Tim terkait analisis Kelayakan TPP. Doktor yang merupakan akademisi Universitas Andalas ini menyebutkan Timnya merekomendasikan kelayakan kenaikan TPP di Sumbar.

"Dari kajian kami, kenaikan TPP sudah selayaknya dilakukan. Silakan menggunakan Formula keanaikan TPP yang sdah diatur dalam Peraturan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara," ujar Asrinaldi.

Menanggapi rekomendasi Tim Peneliti tersebut, Anggota Banggar dari Fraksi PKS, Rahmat Saleh menyampaikan persetujuannya. Rahmat juga menyebutkan Fraksi PKS menyetujui dan mendukung penuh kebijakan untuk menaikkan TPP.

"Kami dari Fraksi PKS menyetujuinya, namun dengan catatan, kenaikan TPP harus berazaskan Keadilan. Variabel dan indikator penentu besaran tunjangan masing-masing pegawai harus berpatokan pada tingkat beban kerja, resiko kerja, dan besar ruang lingkup tanggung jawab kerja. Jangan sampai ada pegawai ayng tunggang langgang siang malam disamakan TPP-nya dengan pegawai yang cenderung santai, walaupun golongannya sama," kata Politis Muda PKS ini.

Selanjutnya, Banggar DPRD berharap Tim Peneliti Kajian kenaikan TPP ini melakukan Kajian lebih dalam untuk menentukan Indikator yang diharapkan bisa masuk dalam penelitian. Banggar juga merekomendasikan pematangan hasil kajian agar bisa dibahas detil Anggaran TPP nantinya.

(apuk)

Membeludaknya Hijrah Fest: Milenial Tak Peduli Islam?



Pengunjung Hijrah Fest memadati loket tiket di pintu utama Jakarta Covention Center, Jakarta, Jumat (9/11). Ternyata meski berbayar lumayan mahal kaum milenal serius kaji keislaman.

"Saya sampai setengah tujuh pagi di JCC Senayan. Di sana sudah ribuan orang terkumpul. Semua tertib ikuti ajang 'Hijrah Fest'. Dan tiketnya sepekan sebelumnya sudah ‘sold out’ meski berbayar lumayan mahal,’’ kata Agustia Krisanti, ekspatariat muda di Jakarta, Ahad sore, (11/11).

Baginya acara ini sangat menarik. Ada berbagai kajian Islam untuk anak muda yang akrab disebut generasi zaman milenial dari banyak ustaz yang yahud. Dan lagi-lagi bintangnya memang ustaz Abdul Somad. Bahkan, khusus dalam kajian untuk ustaz yang sedang naik daun ini, panita sengaja tiket ditambah sehingga makin banyak orang. Dan semua tiket terjual habis, meski dengan harga yang dua kali lipat lebih mahal dari pada nonton bioskop di Twenty One, yakni sampai Rp 80 ribu. Maka kesan pengajian selama ini terksan kuno dan berisi orang tua terhapus total.

‘’Ustaz Somad datang di hari ketiga. Dia datang langsung dari Aceh. Di jemput dari bandara pakai helikopter sampai Senayan. Setelah selesai ceramah Ustaz Somad langsung balik ke Aceh. Luar biasa, baik uztad maupun pesertanya yang datang dari kalangan muda. Ternyata acara agama bisa semeriah dan bisa dijual kepada anak muda dengan antusias layaknya nonton konser musik,’’ katanya lagi.
photo

Selama festival yang berlangsung sejak Jumat lalu pengunjung selalu memadati ajang Hijrah Fest tersebut. Berbagai ustaz kondang yang memberikan kajian di sana mulai dari Ustazah Oki Setiana Dewi, Ustaz Bachtiar Natsir, Abdul Somad, Salim A Fillah,  Handy Bonny, Ahmad Ridwan, Abu Fida,Oemar Mita, Yoppi, ustaz dan berbagai sosok ustaz lainnya. Acara makin ramai karena aneka warna warni kaum muslimah muda berhijab yang hilir mudik.

‘’Hebatnya lagi, setiap tiba waktu shalat acara ditutup. Semuanya shalat berjamaah. Dan pada Jumat lalu para jamaah lelaki yang  hadir juga menggelar shalat Jumat. Acara sukses, rapi, dan membludak,’’ kata Tia lagi.

Kusah yang sama juga tersebar di berbagai grup pertemanan di media sosial. Ada tulisan yang menarik di grup WA anggota ESQ pimpinan Ary Ginanjar. Tulisan ini karya seseorang penulis yang hadir di acara itu. Tulisan ini didapat dari kiriman WA wartawan senior,  Hanibal Wijaya. Tulisannya yang dikutip dari source aslinya dengan alamat https//wwwf.facebook.com/uttiek.astuti yang berjudul 'Getar Hijrah Menjemput Cahaya Hidayah' (Ratal dari sebelumnya yang ditulis: 'Oleh Oleh Dari Hijrah Fest', ditulis begini:

“Tiketnya sudah sold out, Bu,” kata laki-laki muda yang berada di belakang kaca loket.

Wah, ternyata benar, sudah terjual habis, batin saya.

Saya memang sudah mendapat informasi sebelumnya kalau tiket sudah terjual habis beberapa hari lalu.

“Kalau akses untuk media lewat mana?” tanya saya lagi.

“Lewat pintu itu,” jawabnya sambil menunjuk pintu masuk.

Bergegas saya menuju pintu yang dimaksud sambil mengirim pesan WA ke Lambang, “Tiket sold out. Kamu gak bisa masuk. Aku pakai akses media. Kamu nanti jemput ke sini habis Isya’ saja.”

Kalau sehari sebelumnya orang ribut mencari tiket konser Guns N' Roses atau tiket film Bohemian Rhapsody, tiket yang terjual habis ini bukan keduanya. Ini adalah tiket HIJRAH FEST 2018. Sebuah gelaran dakwah selama 3 hari berturut-turut yang dihelat oleh para penggiat komunitas hijrah di JCC, Jakarta. Subhanallah…

Tak kurang ustadz-ustadz ternama, mulai  Ust Bahtiar Nasir, KH Abdullah Gymnastiar, Ust Salim Fillah, Ust Oemar Mitha, hingga ustadz yang dekat dengan komunitas anak-anak muda Ust Hanan Attaki dihadirkan.

Kejutan pertama adalah tiket yang dijual tak murah itu telah ludes terjual beberapa hari sebelumnya. Dan ini adalah fenomena baru di kalangan M Generation (milenial muslim) di Indonesia. Untuk hadir dalam kajian dakwah yang tidak dihelat di masjid, melainkan di convention center, mereka rela membeli tiket dan banyak yang tidak mendapatkannya!

Kejutan kedua, pintu masuk JCC dipisahkan antara pintu laki-laki dan perempuan dengan bertuliskan “Batas suci, alas kaki harap dilepas”. Seumur-umur baru sekali ini saya ke JCC dan harus melepas alas kaki.
photo

Di dekat pintu masuk, terlihat berderet booth sponsor utama gelaran ini. Mereka membagikan goodie bag yang dikemas dalam tas yang bisa digunakan untuk menyimpan alas kaki. Jangan bayangkan sepatu dan sandal ditenteng dengan tas kresek hitam. Tas sandal yang dibagikan keren-keren bertulis logo acara dan brand mereka.

Kejutan berikutnya, hampir separuh hall JCC yang begitu luas itu ditutup karpet berwarna abu-abu. Main event ini adalah kajian dakwah, sehingga separuh venue dialokasikan untuk kegiatan itu. Bazar yang dihadirkan hanyalah pelengkap.

Sekalipun sebagai pelengkap, namun semuanya menarik. Ada booth yang menjual produk-produk bersertifikasi halal dari jaringan global dunia. Ramen dan beras instan dari Jepang, cokelat dan biscuit dari Inggris, hingga kudapan manis khas Turki.

Saya membeli sekotak kurma madjol kualitas grade A yang diimpor langsung dari Palestine. Tak hanya kurma, booth ini juga menghadirkan beragam produk unggulan dari Palestine lainnya, seperti olive oil yang sangat sedap.

Ada juga Warung Waqaf, sebuah jaringan waralaba convenience store dengan konsep waqaf. Dan tentu saja, berderet brand fashion dan distro muslim.

Saya tersenyum melihat pemandangan ini. Seperti ada kupu-kupu beterbangan di hati. Perempuan-perempuan muda dalam balutan hijab berwarna-warni, tak sedikit yang berniqab rapat, hilir mudik sambil asyik mendengarkan kajian.

Anak-anak muda mengenakan celana jogger dan koko keluaran distro-distro muslim ternama dengan desain dan tulisan dakwah yang atraktif berada di area yang berbatas penghalang besi dengan area akhwat.

Saya membaca tulisan di salah satu kaus yang dikenakan: Generasi Salahudin Al Ayyubi. Si pemilik yang sepertinya berusia awal 20-an terlihat asyik membaca buku kecil “Dzikir Pagi & Petang” sambil duduk bersimpuh mendengarkan kajian.
photo

Fenomena seperti ini tak ada di zaman saya seumur mereka. Saya ingat, sewaktu SMP dan SMA saya membuat kajian perempuan di rumah bersama teman-teman. Beberapa mahasiswi UNS bergantian menjadi mentor kita setiap akhir pekan. Teman-teman yang ikut dalam kajian ini adalah mereka yang betul-betul ingin belajar agama, istilah mudahnya anak-anak Rohis.

Tidak ada suasana seperti yang saya lihat sore ini. Di zaman itu mindsetnya belajar agama harus serius. Tidak ada suasana yang fun dan menyenangkan seperti ini. Gelombang hijrah generasi ini memang luar biasa. Sudut mata saya terasa hangat.

Parade kesalehan itu makin terlihat. Menjelang Maghrib, antrean wudhu peermpuan mengular rapi. Tidak ada yang saling serobot. Semua berbaris satu per satu dengan tertib. Saya belum pernah melihat antrean setertib ini dalam banyak event yang digelar di JCC.

Sepuluh menit menjelang adzan, panitia di panggung utama memberi pengumuman bagi semua booth untuk segera menutup gerainya. Bila sampai waktu shalat masih ada yang melakukan transaksi, maka gerainya akan kena sanksi tidak boleh berjualan lagi esok hari.

Suasana yang semula riuh tiba-tiba senyap manakala adzan mulai berkumandang. Panggilan shalat yang disuarakan dengan langgam khas Madinah itu terasa menggetarkan hati. Wajah-wajah belia yang terlihat basah oleh siraman air wudhu tertunduk khusuk mendengar seruan ilahi.

Suara sang imam Muzammil Hasballah, hafidz muda lulusan ITB yang bersuara indah, mulai terdengar saat meminta jamaah meluruskan dan merapatkan shaf shalat. “Jadikan shalat ini seakan shalat terakhir kita,” katanya lembut, namun tak urung membuat bulu kuduk saya meremang. Ya Rabb, seandainya ini Maghrib terakhir saya, jadikan ini sebagai jalan ke surgaMu.

Setelah Alfatihah, lalu terdengar bacaan surat Ar-Rahman yang sangat indah… Fabi-ayyi ala-i rabbikuma tukazziban [Maka, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?]
photo

Allah tidak akan menyiakan-nyiakan hambanya yang memilih jalan hijrah. Seperti Allah mengganti hijrahnya Nabi Musa dari Mesir dengan tanah Palestine yang diberkahi. Seperti hijrahnya Nabi Ibrahim dan wanita mulia Ibunda Hajar dan Ismail dari Palestine dan menggantinya dengan Tanah Suci Mekkah. Seperti hijrahnya Rasulullah SAW dari Mekkah ke negeri yang penuh berkah Madinah.

Mari bersama-sama meneguhkan hati: ini saatnya berhijrah, sembari terus memohon, semoga Allah izinkan untuk tetap istiqamah.

Sementara itu, Kepala Keamanan Hijrah Fest 2018 Steven Indra Wibowo mengatakan antusiasme masyarakat salah satunya disebabkan karena kegiatan itu diinisiasi oleh publik figur yang hijrah. Hal itu yang menarik minat masyarakat berpartisipasi dalam kegiatan keagamaan. Dia mencontohkan magnet paling menarik masyarakat yakni kehadiran Ustaz Abdul Somad.

Melihat antusiasme masyarakat, Steven optimistis acara Hijrah Fest 2019 mampu menarik 15 ribu hingga 20 ribu peserta per hari. Dia mengatakan panitia berencana menyelenggarakan Hijrah fest 2019 selama lima hari di seluruh kawasan Senayan pada Ramadhan tahun depan.

Sumber : REPUBLIKA

Jangan Sedih, Tak Capai Passing Grade Masih Bisa Jadi CPNS


Jakarta - Passing grade menjadi acuan dari tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS 2018. Namun, peserta yang tak mencapai batas nilai tersebut ternyata belum tentu tak lulus lho.

Menurut Menteri PAN-RB Syarifuddin pihaknya saat ini akan mengeluarkan aturan baru untuk mengisi formasi CPNS yang dirasa kurang. Sebab, hingga saat ini banyak peserta yang tak nilainya tak mencapai passing grade.

Adapun aturan tersebut mengenai kelulusan di tahap selanjutnya melalui sistem kombinasi passing grade dan ranking. Sehingga yang tidak memenuhi passing grade di SKD belum tentu tidak lulus.

"Jadi saya tidak mau mengatakan, yang memenuhi target itu yang lulus atau yang belum memenuhi target itu yang nggak lulus. Walaupun yang memenuhi target kemungkinan besar lulus, dan yang belum memenuhi target bisa saja (lulus)," kata dia dalam temu media di Pand'or, Jakarta, Selasa (13/11/2018).

Baca juga: Pemerintah Mau Turunkan Passing Grade SKD CPNS

Ia memaparkan, aturan tersebut ditargetkan selesai oleh Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) CPNS minggu depan. Dengan begitu, ia harap aturan tersebut bisa memenuhi formasi CPNS minimal 80%.

"Paling minggu depan dan solusinya ini akan diputuskan dalam Peraturan Menteri PAN-RB (Permenpan). Ini bukan mengganti tapi menopang jadi agar bisa mencapai target memenuhi formasi setidaknya 80%," ungkap dia.

Sementara itu, hingga saat ini total CPNS yang lulus SKD baru mencapai 128 ribu orang. Angka ini masih sekitar 8% guna memenuhi formasi CPNS.

Sumber : detik.com