BREAKING NEWS
latest

728x90

468x60

featured
randomposts3

Padang Rancak

PADANG RANCAK/block-1

PENDIDIKAN

PENDIDIKAN/block-2

PARIWISATA

PARIWISATA/block-2

NASIONAL

NASIONAL/block-1

EKONOMI

EKONOMI/block-3

Latest Articles

Sidak Awal Masuk Kerja, Walikota Padang: ASN Pemko Padang Harus Memiliki Semangat Keppoin

Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah didampingi Kepala Dinas Perhubungan Dian Fakhri dan Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Imral Fauzi melakukan sidak awal masuk kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kantor Dinas Pariwisata, Senin (10/6).

Dinas Pariwisata kota Padang saat ini memiliki 60 orang ASN, ditambah siswa  magang dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 2 Padang sebanyak 10 orang dan mahasiswa Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI sebanyak 6 orang. 

Mahyeldi mengatakan ASN Pemko Padang harus memiliki semangat Keppoin yaitu kemitraan, empati, profesional, inovasi, dan integitas. Kemudian, Mahyeldi juga memberikan motivasi tentang semngat kerja dan tips istirahat sejenak (Kailulah) untuk mencharge konsentrasi dan daya tahan meski hanya 10 menit saja. Karena ketika ASN sehat dan bugar, maka selanjutnya peningkatan disiplin dalam pelayanan masyarakat akan lebih optimal.

Mahyeldi juga memberikan masukan untuk Dinas Pariwisata yaitu, ketika ada informasi atau pengaduan dari masyarakat, mereka mesti segera bertindak. Kemudian, yang paling penting adalah memastikan keabsahan info tersebut dengan mengecek pengirim info dan info yang diberikan melalui nomor kontak pengaduan masyarakat baik itu pengaduan pariwisata dan saber pungli. (Fatih)

Berikan Tausiyah Halal Bi Halal BAPENDA Kota Padang, Mulyadi Muslim: Jadikan Silaturrahim Menambah Umur


“Setelah Ramadhan berakhir, kita disunnahkan merayakan Idul Fitri. Kemudian untuk mengekspresikan kegembiraan Idul Fitri tersebut dapat kita lakukan dengan bersilaturrahim” ucap Ketua Badan Pengelola Wakaf (BPW) Ar Risalah Sumatera Barat saat memberikan tausiyah Halal Bi Halal dihadapan ratusan pegawai Badan Pendapatan Daerah (BAPENDA) kota Padang di Palanta Walikota, Sabtu (9/6).

Lebih lanjut, Mulyadi Muslim menjelaskan dalam narasi ke Indonesiaan, silaturrahim dimaknai dengan saling berkunjung, sungkeman dan juga membuat acara Halal bi Halal untuk kelompok, komunitas, lembaga swasta dan bahkan negara. Kemudian, Dilihat dari segi tujuan,silaturrahim  punya tujuan yang mulia untuk mengokohkan persaudaraan, persatuan dan membangun kebersamaan. Tapi tidak sedikit acara Halal Bi Halal atau silaturrahim berbuah kesia-sian dan dosa. Karena acara yang dibuat dikemas dalam bentuk hiburan, perjudian, mengumbar aurat, ikhtilat, bergunjing, menumbuhkan memori cinta lama. Sehingga Inilah yang mesti diwaspadai oleh setiap muslim.

Mulyadi Muslim juga mengingatkan untuk menjadikan silaturrahim ini untuk menambah umur, membangun jaringan, dan menambah rezeki, dan tidak menjadikan silaturrahim sebagai ajang berbuat maksiat dan menambah dosa. (Fatih)

Sajikan 10.000 Bakcang dan Lamang Baluo, Kota Padang Raih Rekor Muri



Awal kepemimpinan Mahyeldi dan Hendri Septa torehkan prestasi. Kota Padang memecahkan 2 rekor muri sekaligus untuk penyajian makanan terbanyak sebanyak 10.000 dalam Festival yang diadakan pada 6-7 Juni 2019.

Festival 10.000 Bakcang dan Lamang Baluo menjadi saksi atas rekor muri tersebut . Festival yang diadakan di kawasan Batang Arau ini menyajikan 10.000 Bakcang Ayam dan Lamang Baluo. Bakcang ialah makanan tradisi etnis Tionghoa. Bakcang itu sendiri terdiri dari dua suku kata yaitu Bak yang artinya daging dan Cang yang artinya kue. Sedangkan Lamang ialah makanan tradisi Minangkabau.

Ketua Panitia, Alam Gunawan menyebutkan dalam pembuatan 10.000  makanan tersebut pihak panitia telah meminta tenaga-tenaga profesional.

"Dalam pembuatan Bakcang ada 7 orang profesional yang kita minta dan 15 orang profesional untuk pembuatan Lamang Baluo." Kata Alam saat pembukaan acara.


Walikota Padang, Mahyeldi berharap festival ini menjadi agenda rutin kota Padang bersama dua etnis tersebut.

"Festival ini kita rencanakan menjadi agenda rutin dan dapat dikemas lebih besar lagi tahun depan. Kami harapkan seluruh pihak dan warga kota Padang dapat mensukseskannya." Ujar Mahyeldi.

Tak hanya sebagai prestasi yang membanggakan bagi warga kota Padang. Hal ini turut memperlihatkan kepada yang lain bahwa keberagaman dan toleransi masih sangat kuat di kota Padang.

Selain itu, Pemko Padang menyebutkan akan menjadikan festival ini sebagai destinasi wisata kuliner kota Padang.

(dv)

Mulyadi Muslim: Ramadhan Adalah Sarana Latihan untuk Menjadi Ibadurrahman


"Ramadhan adalah sarana latihan untuk menjadi Ibadurrahman" ujar Ketua Badan Pengelola Wakaf (BPW) Ar Risalah Mulyadi Muslim saat menjadi Khatib Idul Fitri 1440 H di halaman kantor kecamatan Lubuk Begalung, Rabu (5/6).

Lebih lanjut, saat Khutbah Idul Fitri yang dihadiri oleh Camat Wilmar Mukhtar serta ratusan umat Islam kecamatan Lubuk Begalung ini, Mulyadi Muslim menjelaskan selama satu bulan penuh setiap mukmin ditempa untuk menjadi orang yang rendah hati, peduli pada sesama, terbiasa qiyamul lail bahkan bergadang untuk berdzikir kepada Allah, selalu berdoa terutama di waktu mustajab, merutinkan berinfak, memelihara lisan dari kata-kata kotor, disiplin, jujur dan memakan yang halal. Gambaran umum Ibadurrahman  tersebut terdapat dalam firman Allah SWT surat Al Furqon ayat 63 hingga 77.

Mulyadi Muslim juga mengajak  jamaah untuk mensyukuri nikmat yang ada, terutama nikmat iman dan rasa aman, sehingga bisa maksimal beribadah dan mengajak jama'ah untuk mendoakan umat Islam Palestina yang sedang berjuang melawan kezaliman zionis, karena doa adalah senjatanya orang orang beriman. (Fatih)

Pejuang Ramadhan Hingga Garis Finish



Ramadhan akan segera berlalu, tinggal  menghitung jam untuk kita memaksimalkan amalan amalan di bulan bergelimang pahala ini. Ada yang memaksimalkan tilawah Qur'an nya, ada juga yang memaksimalkan sedekah untuk sesamanya, ada juga yang ingin bersilaturahmi di hari yang Fitri nanti dengan pulang ke kampung halamannya. Semua dilakukan semata untuk mendapat ridho-Nya

Pada Ramadhan kali ini, tim babarito menemukan hal menarik yang harus ditelisik. Sebuah potret lembaga sosial yang selalu sibuk hingga malam takbiran. Tim babarito kemarin(3/6) berhasil mengunjungi salah satu lembaga sosial di kota Solok. PKPU Human Initiative kota Solok masih disibukkan dengan pembagian sembako, pengadaan buka bersama yatim dan dhuafa serta beli baju bareng bersama anak anak yatim.

Saat dikunjungi mereka menyebutkan diawal ramadhan mereka sudah disibukkan dengan penggalangan dana dari 6 program yang sudah dirancang pihak pusat. Pintu pintu rumah di ketuk, mereka tahu akan ada yang terketuk hatinya untuk memberi. Gerbang gerbang sekolah dikunjungi, untuk mengumpulkan dana dari siswa siswi yang semangat mendapat pahala di bulan yang suci. Berbagai perusahaan juga dihubungi, untuk jalin kerjasama dalam menabung bekal akhirat.

Dipertengahan ramadhan, tahap persiapan program dijalani. Dari dana yang terkumpul mereka gunakan untuk membeli keperluan yang dibutuhkan. Dan diakhir ramadhan program pun di eksekusi. Program demi program terlaksana hingga puncaknya saat malam takbiran.


Disaat orang orang sudah berkumpul bersama keluarga nya, menyambut hari nan Fitri esok hari. Mereka masih berada di kantor untuk melaksanakan program program tersebut.

Namun tak ada raut kesedihan di wajah mereka karena tak bisa berkumpul dengan keluarga secara penuh. Yang ada hanya semangat dan senyuman yang selalu mereka berikan.

Ketika ditanya tim babarito, pimpinan cabang PKPU HI menyebutkan semangat mereka menjalankan ini karena mengingat pesan terakhir dari Baginda Rasul yang masih mengingat ummatnya.

" InsyaAllah ini semua kami lakukan, karna mengingat pesan terakhir dari sang kekasih Allah : " ummati, ummati, ummati ". Setidaknya ini bisa mengukir senyum dibibirnya, bahwa diri adalah ummat, dan masih peduli kepada ummatnya. Jika ia masih ada, kuingin menyampaikan, " Ya Rasulullah, meski diri lemah, setidaknya kehadiranku dapat sedikit mengurangi kekhawatiranmu "., ujar Rini selaku Kepala Cabang PKPU HI kota Solok.

Sedikit kisah dari mereka para pekerja lembaga sosial di bulan Suci. Ribuan lembaga sosial yang tersebar pasti merasakan hal yang sama. Mereka hadir sebagai transportasi pahala para donatur. Mereka lah jembatan sang pemberi dengan yang diberi. Semua itu mereka lakukan semata karena mengharap ridho-Nya

(Dv)

Babuko Basamo IKASMANTRI 98, Walikota Padang Beri Sambutan dan Dukung Program Alumni


Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah menghadiri dan memberi kata sambutan pada acara Babuko Basamo Ikatan Alumni SMA Negeri 3 Padang (IKASMANTRI) angkatan 1998, sekaligus penyerahan paket lebaran untuk anak-anak yatim alumni. Kegiatan tersebut digelar di hotel Kyriad Bumi Minang, Sabtu (1/6).

Dalam kegiatan yang bertemakan “Berbagi Kebahagian di Bulan Ramadhan” ini, Mahyeldi mengatakan terdapat 3 konsep pembangunan kota Padang, yaitu pendidikan, ekonomi, dan pariwisata. Oleh karena itu Walikota mendukung program IKASMANTRI 98 yang masih konsisten memperhatikan pendidikan di kota Padang.

Mahyeldi juga mengajak untuk menciptakan suasana yang kondusif agar pendidikan di kota padang semakin baik. Dalam kesempatan itu. Ia juga mengatakan sependapat dengan kalimat dari Presiden Republik Indonesia ke-2 yaitu Soeharto yang mengatakan “Kita Akan Bisa Membangun Ketika Suasana Kondusif”. (Fatih)

Kembangkan Kreativitas Anak Muda di Bidang Ekonomi, Padang Creative City Forum (PCCF) di Resmikan

Untuk menyasar generasi milenial dalam pengembangan ekonomi kreatif. Sejumlah komunitas anak muda kota Padang mendeklarasikan Padang Creative City Forum (PCCF) di Cafe Kupi Batigo, Kamis (30/5). Forum tersebut berafiliasi ke Indonesia Cretive City Network (ICCN) yang membidik kaum milenial khusus dibidang ekonomi kreatif di seluruh kabupaten/ kota di Indonesia.

Deklarasi tersebut disaksikan Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah bersama Mulyadi Muslim selaku pembina komunitas milenial penggiat kreatifitas. Di dalam forum tersebut banyak komunitas yang bergabung diantaranya semua pegiat kreatifitas, mulai dari penulis, pengrajin, pelukis, pegiat bisnis online dan media sosial serta pelaku usaha kerajinan tangan dan lainnya.

Dalam sambutannya Mahyeldi mendukung penuh terbentuknya PFFC, karena akan  memberikan ruang yang lebih luas bagi pelaku kreatifitas. Selain itu, terbentuknya forum ini juga akan menguatkan Padang menjadi kota kreatif. Potensi-potensi ekonomi kreatif akan bergerak dan anak-anak muda memiliki ruang untuk pengembangan kreatifitasnya,

Lebih lanjut Mahyeldi menjelaskan forum tersebut sejalan dengan program Pemko Padang 2019-2024, yaitu merealisasikan “Youth Center” atau pusat pembinaan dan pengembangan kreatifitas anak muda yang ke depan di setiap kecamatan.

Salah seorang pembina komunitas ini Mulyadi Muslim menyampaikan PFFC sengaja dibentuk dengan tujuan untuk mengembangkan potensi-potensi anak muda yang bergerak di bidang ekonomi kreatif yang ada di Kota Padang. Karena anak muda mempunyai peran penting dalam membangun Kota Padang ini. Salah satunya dengan membantu tugas pemerintah dalam mengembangkan ekonomi kreatif.

Mulyadi juga menambahkan, tugas dan peran pemerintah adalah mengayomi masyarakat, memberikan pelayanan dan memudahkan akses masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidup mereka, salah satunya adalah memberikan lapangan kerja. Sehingga PFFC tersebut menjadi wadah penting dan strategis untuk menjadi mitra pemerintah mewujudkan misi pembinaan generasi muda dan ekonomi kreatif. Hal ini sejalan dengan program yang dibesut Walikota dan Wakil Walikota Padang yaitu mewujudkan Kota Padang yang madani berbasis pendidikan, perdagangan dan pariwisata unggul berdaya saing.

“Kita berharap melalui wadah ini semua komunitas anak muda semakin termotivasi melahirkan kreatifitas yang menghasilkan uang. Dari sini nantinya juga diharapkan lahir pengusaha-pengusaha baru yang menciptakan lapangan pekerjaan,” ujar Ketua PPCF Fefri Rusji  yang juga pemilik kadai Tangkelek. (Fatih)

PCCF di Deklarasikan, Mulyadi Muslim Ingatkan Anak Muda Berperan Penting Dalam Membangun Kota Padang





 "Padang Creative City Forum (PCCF) ini sengaja dibuat untuk mengembangkan potensi-potensi anak muda yang bergerak di bidang ekonomi kreatif yang ada di Kota Padang," ujar Mulyadi Muslim sebagai salah seorang pembina komunitas milenial penggiat kreatifitas, saat menyaksikan deklarasi forum tersebut bersama Walikota Padang Mahyeldi. Deklarasi tersebut dilakukan oleh sejumlah komunitas anak muda kota Padang di Cafe Kupi Batigo, Kamis (30/5).

PFFC sendiri merupakan forum yang terafiliasi ke Indonesia Cretive City Network (ICCN) yang membidik generasi milenial untuk pengembangan ekonomi kreatif di seluruh kabupaten/ kota di Indonesia. Komunitas yang saat ini masuk kedalam PFFC diantaranya semua pegiat kreatifitas, mulai dari penulis, pengrajin, pelukis, pegiat bisnis online dan media sosial serta pelaku usaha kerajinan tangan dan lainnya.

Mulyadi Muslim juga mengingatkan Anak muda berperan penting dalam membangun Kota Padang. Salah satunya dengan membantu tugas pemerintah dalam mengembangkan ekonomi kreatif. Kemudian ia juga mengatakan tugas dan peran pemerintah adalah mengayomi masyarakat, memberikan pelayanan dan memudahkan akses masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidup mereka, salah satunya adalah memberikan lapangan kerja. Sehingga PFFC tersebut menjadi wadah penting dan strategis untuk menjadi mitra pemerintah mewujudkan misi pembinaan generasi muda dan ekonomi kreatif. (Fatih)