BREAKING NEWS
latest

728x90

468x60

featured
randomposts3

Padang Rancak

PADANG RANCAK/block-1

PENDIDIKAN

PENDIDIKAN/block-2

PARIWISATA

PARIWISATA/block-2

NASIONAL

NASIONAL/block-1

EKONOMI

EKONOMI/block-3

Latest Articles

MUI Kota Padang: Jangan Perintahkan Karyawan Muslim Gunakan Atribut Natal



Bertepatan dengan perayaan natal 2018, Majelis Ulama Indonesia Kota Padang menghimbau kepada seluruh pelaku usaha untuk tidak mewajibkan karyawan mereka yang beragama Islam menggunakan atribut natal.
Hal tersebut disampaikan melalui surat edaran Majelis Ulama Indonesia Kota Padang No. 15/DPH/MUI/KT-PDG/XII/2018.

Di samping itu MUI juga menghimbau pihak pimpinan/ manajemen dapat menjamin hak umat Islam dalam bekerja di bawah manajemen tersebut .

Himbauan ini di sampaikan dalam upaya menjaga kerukunan hidup antar umat beragama dan memelihara harmonis kehidupan bermasyarakat bernegara di Kota Padang .

sumber : SIPP FM

Masrizal Munaf: Caleg PKS dan PKS Layak di Dukung Pileg 2019




Menjelang pileg 2019 banyak hal yang di lakukan para caleg. Pertemuan yang bermula dengan inisiatif salah seorang Caleg PKS DPRD Kota Padang, Syukriah. Acara ini di laksanakan dengan masyarakat di kelurahan Piai Tengah,Kecamatan Pauh pada ahad (16/12). Acara ini juga dihadiri oleh Caleg DPRD Provinsi, H.Gustami Hidayat, S.Pt,MP dan Caleg DPR RI Ir. H. Masrizal Munaf.

Antusias masyarakat yang hadir pada acara ini sangat tinggi, terlihat dari 200 orang yang di undang dalam pertemuan ini, tetapi yang hadir diluar dugaan lebih dari 250 orang yang didominasi oleh Kaum Emak-Emak.

Dalam pertemuan ini, ada beberapa poin yang di sampaikan oleh caleg tersebut. Caleg yang hadir meminta partisipasi aktif mensukseskan Pemilu 2019, dan Bebas Pajak Motor dengan CC kecil dan SIM Berlaku Seumur Hidup.

Pada kesempatan itu, Ir.H Masrizal Munaf, MM yang satu-satunya Caleg DPR RI seorang da'i pada acara tersebut juga memberikan motivasi nilai-nilai agama kepada masyarakat. Sehingga pada acara tersebut Emak-emak yang hadir meminta pertemuan lanjutan kepada Caleg DPR RI ini.

"Pilih Caleg PKS dan dukung PKS karena selalu konsisten bersama dan membela kepentingan masyarakat. Caleg PKS dan Partai PKS layak menang di 17 April 2019 mendatang," ujar Masrizal Munaf.

Pertemuan tersebut di tutup dengan yel- yel. "Yooo...ayoooo...mari kita ke TPS        Memilih....caleg-caleg PKS". (A.K)

PDIP Tuding penolakan Kotak Kardus KPU sebagai persiapan alasan kalah Gerindra

Jakarta (17/12) Inovasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) tentang kotak suara kardus, menjadi polemik kubu Prabowo-Sandiaga. Kubu pasangan calon nomor urut 02 itu, merasa rentan dengan keamanan kotak tersebut.

Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto, mengatakan, heran dengan sikap Gerindra tersebut. Sebab, menurut Hasto, keputusan KPU ini sudah dibahas bersama di DPR dan disepakati seluruh fraksi .

"Kami agak heran, Gerindra ini bicara pemilu curang. Jadi rasanya mereka akan menyalahkan Pak Jokowi dan Pak Kiai Ma'ruf Amin menang dan mereka mulai mempersiapkan alasan-alasan untuk kalah sejak dari sekarang," kata Hasto di Sumatera Utara, Minggu (16/12).

Dia menegaskan, parpol seharusnya belajar dari pengalaman Pemilu 2009. Di mana tidak boleh menggunakan KPU.

"Merekrut orang-orang KPU, dijadikan teras partai pun tidak boleh. Ya betul-betul berjalan fair," ungkap Hasto.

Karenanya, masih kata dia, harus memperbaiki SDM yang ada. Dan PDIP mempunyai komitmen untuk menciptakan Pemilu yang baik.

"Kita punya komitmen untuk membangun sistem demokrasi yang baik. KPU netral, Bawaslu netral, alat negara netral. Jangan seperti dulu, jangan seperti 2009 yang lalu," tukasnya.

Untuk itu, lanjut Hasto, kotak suara berbahan kedap air tak perlu diperdebatkan. PDIP meminta ketimbang mempersoalkan bahan kotak suara tersebut lebih baik mengurus saksi yang ikut mengawasi proses penghitungan suara di TPS.

"Yang penting saksi mengawasi di setiap TPS, itu bukti hukum. Sehingga dokumen C1 itu betul-betul dicermati bersama," kata Hasto di Asahan, Sumatera Utara, Minggu (16/12).

Dia menekankan, bagaimana mengawasi proses rekapitulasi nanti di TPS menjadi hal utama di hari H pencoblosan. "Rekapitulasi penggunaan kartu suara itu harus kita awasi bersama," ungkap Hasto

Dia mengatakan, dulu PDIP sempat menolak hal tersebut. Namun, karena menekankan efisiensi tanpa mengurangi esensi maka inovasi tersebut didukung.

"Dulu kami juga menolak yang sama. Tapi akhirnya kami melihat hal-hal tersebut (aspek biaya)," jelas Hasto.

Dia pun meminta, seharusnya mendukung setiap upaya menciptakan Pemilu yang adil. Bukan hal-hal yang lain.

"Kita dukung setiap upaya meningkatkan pemilu yang adil, dengan mengedepankan seluruh penyelenggara bertanggung jawab pemilu dengan kualitas yang baik," pungkasnya.

Sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) melakukan pergantian kepada kotak suara dengan model berbahan karton kedap air. Ketua KPU RI Arief Budiman menegaskan, bahwa anggapan negatif berkembang di publik adalah salah. Kotak suara yang penampakannya hanya seperti kardus pada umumnya, dijelaskan memiliki daya tahan yang sama dengan model alumunium/seng.

"Ini menahan bobot berat badan saya (orang dewasa) saja kuat," kata Arief di Hotel Peninsula, Slipi, Jakarta Barat, Sabtu (15/12).

Arief juga menambahkan, jika hal ini tidak usah diributkan karena bukan hal baru dalam gelaran Pemilihan Umum. Jenis kotak suara kardus seperti ini, diketahui sudah digunakan dalam gelaran Pemilu sejak 2009 hingga Pilkada 2018.

"Ini sudah digunakan berkali-kali, dan relatif tidak ada laporan (kerusakan) dengan ini," tegas dia.

Namun penggunaan kotak suara berbahan kardus kedap air itu mendapat kritikan dari kubu Prabowo-Sandiaga. Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Ferry Juliantono menilai bahan kardus tidak aman dan mudah dirusak.

"Ada beberapa yang agak aneh lah kayak kotak suara sebaiknya jangan kardus yang kemudian kuat dan tidak punya potensi rusak dan sebagainya disobek dan segala macam di gembok itu kan panduan standar keamanan dari kotak suara," ujar Ferry di Kediaman Kertanegara IV, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (14/12).

Reporter: Putu Merta Surya Putra
Sumber: Liputan6.com

Brigadir Herna, tinggalkan keluarga demi misi kemanusiaan PBB

Herna Maulana terlihat asyik bercengkerama dengan anaknya di antara ratusan pasukan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Polisi wanita (polwan) berusia 30 tahun itu merupakan salah satu calon pasukan penjaga perdamaian dari Polri yang akan dikirim ke lima daerah konflik.

Sebagai polwan pilihan, dia harus rela berpisah dengan anak semata wayangnya yang masih berusia 1,5 tahun untuk waktu yang tak sebentar. Segala sesuatu telah dipersiapkan demi tugas mulia menjaga perdamaian dunia.

"Puji Tuhan, suami dan semua keluarga besar mendukung," ujar Herna saat berbincang dengan Liputan6.com di sela prosesi pembaretan di Pusat Latihan Multifungsi Polri, Cikeas, Bogor, Minggu (16/12).

Untuk kontrak awal, pasukan Garuda Bhayangkara ini akan bertugas selama setahun di daerah konflik. Bahkan bukan tidak mungkin tugasnya akan diperpanjang dengan sejumlah alasan tertentu.

"Ketika kinerja kita baik dan masih dibutuhkan di sana, kita akan mendapatkan kesempatan extend, bisa dua tahun atau satu setengah tahun. Jadi keputusannya nanti di sana, dari pihak PBB," tuturnya.

Ini merupakan pengalaman pertama bagi polwan berpangkat Brigadir itu menjadi pasukan perdamaian. Herna tak mau menyia-nyiakan kesempatan begitu ada seleksi Individual Police Officer (IPO) untuk pasukan perdamaian PBB yang hanya digelar tiga tahun sekali oleh Polri.

Dia sadar terhadap segala risiko menjadi pasukan penjaga perdamaian PBB, salah satunya jauh dari orang-orang yang dikasihi. Beruntung anggota Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya itu memiliki suami yang sangat mengerti tugasnya di Korps Bhayangkara.

Sang suami, Arto Feraberlin yang sehari-hari bekerja sebagai protokoler di kementerian ini mengaku siap berperan sebagai ibu bagi anaknya, bahkan baby sitter sekalipun.

"Saya pribadi siap nggak siap harus siap, karena ini adalah panggilan langsung dari negara yaitu merah putih, di mana saya pribadi harus bisa menjadi seorang ayah, ibu, dan mungkin jadi seorang baby sitter juga," tutur Arto.

Sang anak bernama Alfredo Kristian Frederik sudah cukup terbiasa ditinggal ayah dan ibunya bertugas. Jika kedua orangtuanya berdinas, balita tersebut akan tinggal bersama neneknya.

Brigadir Herna ingin kehadirannya di sana dapat memberi manfaat yang baik bagi warga yang hidup di daerah konflik. Setidaknya kehadirannya mampu menjadi pelita untuk perdamaian di Sudan Selatan.

"Whatever lah case di sana, yang penting kita di sana bisa jadi lilin kecil, kita bisa jadi bagian dari mereka, bisa merasakan apa yang mereka rasakan selama ini di negaranya, jadi kita bisa menjadi pendamai lah," ucap Herna penuh harap.

Polri sendiri rencananya akan memberangkatkan 381 personelnya yang tergabung dalam dua Formed Police Unit (FPU) dan Police Advisors Indonesia. Mereka akan ditempatkan di lima misi PBB, antara lain Sudan (UNAMID), Afrika Tengah (MINUSCA), Haiti (MINUJUSTH), Sudan Selatan (UNMISS) dan Kongo (MONUSCO).

381 Personel tersebut terdiri dari 198 personel FPU 11 ke UNAMID, 154 personel FPU 1 ke MINUSCA, serta 29 personel Police Advisor yang terdiri dari dua personel ke MINUJUSTHS, tujuh personel ke UNMISS, 14 personel ke MONUSCO, dan enam personel ke MINUSCA. Dari total keseluruhan, 43 di antaranya merupakan polisi wanita (polwan).

Hari ini mereka melakukan tradisi pembaretan yang dipimpin langsung Kepala Divisi Hubungan Internasional Polri Irjen HS Maltha. Acara tersebut juga dihadiri oleh keluarga para peserta kontingen Garuda Bhayangkara.

Secara simbolik, pembaretan dilakukan oleh Kadiv Hubinter Polri bersama jajarannya. Selebihnya, pembaretan dilakukan oleh keluarga para pasukan peacekeeper masing-masing.

Tradisi pembaretan ini juga dimeriahkan dengan atraksi simulasi pengamanan tamu VIP di daerah konflik, penanganan pengungsi, hingga operasi pembebasan sandera.

Reporter: Nafiysul Qodar
sumber: Liputan6.com

Targetkan pembangunan tanpa Utang, ini kata Sandi

Calon Wakil Presiden Nomor Urut 02, Sandiaga Salahuddin Uno, menyebut pembangunan infrastruktur tanpa utang sangat memungkinkan. Sandi menjelaskan, cara membangun infrastruktur tanpa utang dengan mengandalkan sektor kemitraan dengan swasta atau lewat penganggaran dengan jangka waktu panjang.

"Saya pernah turut (investasi) membangun infrastruktur jalan tol Cipali 116 Km, tidak memakai uang negara dan membebani utang untuk negara dan BUMN," kata Sandi.

Persoalan utang juga pernah dilontarkan oleh Capres Prabowo Subianto. Di mana, Prabowo mengkritik keras kebijakan ekonomi terutama soal utang pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla.

"Saudara-saudara, utang pemerintah kita naik terus, naik terus. Sekarang hitungannya naiknya Rp1 triliun tiap hari," kata Prabowo.

Mantan Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Said Didu sepakat dengan cawapres Sandiaga Uno bahwa negara mampu membangun infrastruktur tanpa utang. Caranya, negara wajib melibatkan pihak swasta.

Said menuturkan, infrastruktur terdiri dari tiga jenis yakni infrastruktur dasar, ekonomi dan komersial. Lewat infrastruktur komersial, kata Said, negara bisa memberikan hak konsesi kepada swasta untuk melakukan pembangunan. Infrastruktur komersial terdiri dari pembangunan bandara, pelabuhan, jalan tol, pembangkit listrik hingga SPBU.

"Itu tanpa utang bisa. Karena itu adalah pilihan bahwa ini diserahkan ke swasta dengan konsesi. Enggak usah BUMN dan pemerintah. Maka pemerintah enggak punya utang kan," ucapnya.

sumber: Merdeka.com

Pulang Dari Saudi, Mahyeldi Bawa Oleh Oleh Untuk Sumbar



Usai kunjungan ke Arab Saudi beberapa waktu lalu, Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah menemui gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno di kediamannya di Padang, Ahad (16/12). Mahyeldi yang didampingi staf ahli walikota untuk urusan Timur Tengah, Mulyadi Muslim, menyampaikan laporan kunjungan dan hasil udiensi dengan beberapa tokoh penting di Arab Saudi sebagai ‘oleh-oleh’ untuk Ranah Minang.

Tokoh nomor satu di Kota Padang tersebut menyampaikan rencana kerjasama Arab Saudi dengan Pemko Padang dan Sumatera Barat. Diantaranya adalah terkait pengembangan sektor wisata halal. Rencana tersebut mendapat sambutan baik dari gubernur
Pemprov mendukung tawaran ini. Untuk itu kita minta Pemko Padang segera menindaklanjuti draft kerjasama tersebut secara kongkrit,” sambut Irwan.

Gubernur juga menyambut rencana pembangunan museum atau pustaka ‘Ahmad Khatib’ di komplek Masjid Raya Sumbar. Nama Ahmad Khatib dijadikan sebagai ikon karena merupakan putra Minangkabau yang sudah menjadi ulama besar di Arab Saudi. Kehadiran ikon baru ini diharapkan akan menambah daya tarik wisata halal di Sumatera Barat

“Ini akan menjadi daya tarik Masjid Raya Sumbar sebagai salah satu ikon wisata religi kita. Kita juga akan mengundang keluarga besar Syaikh Ahmad Khatib dan perantau Minang yang ada di Arab Saudi untuk ikut menggiatkan program wisata halal,” tukuk Irwan.

Kunjungan Mahyeldi ke Saudi adalah dalam rangka menghadiri pameran Indonesia Expo yang berlangsung di Jeddah, 28 November hingga 1 Desember 2018 lalu. Dalam agenda tersebut Mahyeldi melakukan pertemuan dan audiensi dengan beberapa investor dan tokoh perantau Minang di Saudi. (mca)

Sumber : SIPP FM

Penulis Buku Best Seller, Awe Inspiring Me Berikan Motivasi di UNP



Dewi Nur Aisyah sosok menginspirasi yang sudah banyak meraih prestasi. Ia adalah sosok ibu, istri sekaligus mahasiswa S3 yang baru lulus bulan oktober lalu. Dewi merupakan penulis Buku "Awe Inspiring Me" dan "Shalihah Mom's Diary" yang banyak diburu oleh para muslimah.

Forsia FMIPA UNP berkesempatan mengundang Dewi dalam acara Seminar Kemuslimahan pada Sabtu(15/12). Acara ini adalah puncak dari rangkaian acara Silaturahmi Muslimah Akbar se-Sumbar.

"Kesempatan ini sekali dalam setahun saya dapatkan, karena untuk ketemu mbak Dewi harus tunggu mbaknya ke Indonesia dulu. Mbak Dewi sangat menginspirasi,"ujar Tika salah satu peserta seminar.

Diadakannya seminar ini sebagai penyambung tali silaturahmi dan sharing dengan keadaan muslimah saat ini. Dalam seminar tersebut Dewi berpesan untuk para muslimah semua agar memainkan peran muslimah dengan baik.

"Kita harus menyadari peran kita sebagai muslimah. Jangan pernah takut bermimpi tinggi dan jangan batasi diri. Teruslah percaya dan selalu libatkan Allah di setiap proses nya," Tutup Dewi sebelum kembali ke Jakarta. (Rp)

Hamdanus panaskan mesin Relawan Kecamatan Linggo Sari Baganti

Pessel (14/12) Calon Anggota DPRD Sumbar dari PKS nomor urut 2 Hamdanus melakukan pertemuan dengan simpul Relawan se-Kecamatan Linggo Sari Baganti. Pada pertemuan itu, Hamdanus memaparkan visi dan misi singkatnya untuk Pembangunan Pessel ke depan bila terpilih menjadi Anggota DPRD Sumbar mewakili Pessel dan Kep. Mentawai.

Pertemuan yang dihadiri oleh beberapa Tokoh Masyarakat dan Pemuda Linggo sari Baganti itu dilaksanakan di Cafe Bombaru, Air Haji. Selainmenyampaikan Visi Misinya, Hamdanus juga mendengar masukan dari Relawan dan Tokoh yang hadir.

Tokoh Masyarakat Linggo Sari Baganti, Zulkifi mengharapkan Hamdanus bisa membawa masukan yang diberikan ke Gedung Dewan nantinya. Sebagai anak muda, Zulkifli yakin Hamdanus memiliki energi yang besar untuk mengusahakan aspirasi masyarakat Pessel khususnya Kecamatan Linggo Sari Baganti. Selain itu, Zulkifli mengajak seluruh simpul Relawan untuk bisa menggerakkan Relawan yang ada agar bergerak maksimal dalam pemenangan Hamdanus.

Dalam penyampaiannya, dalam Visi Misinya, Hamdanus menitikberatkan persoalan Ekonomi. Hamdanus melihat, ada potensi besar untuk pemberdayaan Ekonomi masyarakat di Kecamatan Linggo Sari Baganti.

"Kita akan coba petakan nanti bagaimana potensi pemberdayaan Ekonomi. Dengan pemetaan yang lebih baik, tentu potensi ini akan tepat sasaran. Sebelum maju jadi Dewan, saya sudah biasa untuk mengupayakan bantuan-bantuan terutama bidang Ekonomi, insya Allah kalau sudah duduk, makin besar peluang untuk perjuangkan Pemberdayaan ekonomi Masyarakat," ujar Ketua DPP IKPS Bidang Pemuda dan Olahraga ini kepada Tim Babarito.

(bap)