BREAKING NEWS
latest

728x90

468x60

Istri Walikota Padang Panjang Non-aktif Dituntut 3 Tahun


Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut istri Walikota Padang Panjang non-aktif, Maria Feronika dan mantan pengawas rumah dinas Wako, Richi Lima Saza masing-masing tiga tahun penjara atas dugaaan korupsi anggaran gaji pekerja rumah dinas pada anggaran 2014 dan 2015.

JPU Syahrul Cs dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Padang Panjang mengatakan atas perbuatannya kedua terdakwa dijerat dengan Pasal 3 jo 18 Undang-undang No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Kemudian Pasal 3 Undang-undang No.8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

Sementara untuk Pasal 2 Undang-undang No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dinyatakan tidak terbukti.

“Menjatuhkan pidana penjara kepada terdakwa Maria Feronika dengan pidana penjara selama tiga tahun penjara, dan memerintahkan terdakwa tetap berada dalam tahanan,” kata Syahrul saat membacakan nota tuntutannya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Padang, Senin (21/20).

Selain itu Maria juga diharuskan membayar denda Rp100 atau subsider tiga bulan kurungan. Tidak hanya itu, khusus untuk terdakwa Maria juga diwajibkan membayar uang pengganti Rp167 juta yang harus dibayar dalam jangka satu bulan setelah putusan tetap.
“Dalam jangka satu bulan tidak dibayar, maka jaksa dapat menyita harta beda untuk dilelang. Jika harta itu tidak mencukupi maka subsider 1,5 tahun,” katanya lagi.

Atas tuntutan dari JPU tersebut, terdakwa Maria Feronika yang didampingi penasihat hukumnya Desman Ramadhan dan Gilang Ramadhan Asar menyatakan akan mengajukan nota pembelaan pada sidang berikutnya. Begitu juga dengan penasihat hukum Richi yakni Amiruddin cs juga akan mengajukan pledoi secara tertulis pada 30 Mei mendatang.

Majelis hakim yang diketuai R Ari Muladi didampingi hakim anggota Srihartati dan Zaleka menunda sidang hingga 30 Mei mendatang dengan agenda pembacan pembelaan terdakwa.
Sumber: Harian Singgalang
« PREV
NEXT »

Facebook Comments APPID