BREAKING NEWS
latest

728x90

468x60

Mendikbud: Nilai Rata-Rata UN SMP Tahun Ini Turun


Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengatakan nilai rata-rata Ujian Nasional (UN) Sekolah Menengah Pertama (SMP) mengalami penurunan. Penurunan karena adanya soal high order thinking skills (HOTS).

“Bahkan, SMP lebih parah (penurunan skornya)," ujar Muhadjir pada buka puasa bersama dengan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) di Jakarta.

Meskipun demikian, dia mengatakan, penurunan nilai rata-rata tersebut ada kaitannya dengan integritas. Hal itu karena makin tinggi integritas, nilai UN mengalami penurunan.

Untuk SMP, lanjut Mendikbud, jumlah sekolah yang mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) sebanyak 63 persen. Angka ini lebih tinggi dibandingkan UNBK untuk SMP pada 2017 yang sekitar 30 persen.

Dengan adanya soal-soal dengan daya nalar tinggi atau HOTS tersebut, Muhadjir mengatakan, dia bisa mengetahui kondisi riil di lapangan. Di satu sisi, dia mengatakan, banyak siswa yang mengeluhkan soal HOTS.

“Di sisi lain, jumlah siswa yang mendapatkan nilai sempurna untuk mata pelajaran matematika tingkat SMA naik dua kali lipat," kata dia.

Menurut Muhadjir, selama ini Kemendikbud memandang siswa kurang mampu mengerjakan soal-soal dengan daya nalar tinggi. Ternyata, kemampuan siswa jauh di atas rata-rata.

"Selama ini, kemampuan siswa kita 400, kami kasih soal yang kemampuannya 150," katanya.

Soal dengan daya nalar tinggi, lanjut dia, merupakan sesuatu yang tidak bisa dihindari agar siswa memiliki kemampuan abad 21. Untuk itu, dia meminta PGRI untuk membantu Kemendikbud dalam melakukan pelatihan guru.

Sementara itu, Ketua Umum PGRI Unifah Rosyidi mengatakan, persatuan guru terus mendukung adanya pelatihan bagi guru untuk meningkatkan kompetensi guru. "Kami mendukung adanya soal-soal dengan daya nalar tinggi, tapi kami berharap tidak hanya pada saat ujian tetapi juga pada saat pembelajaran," kata Unifah.

(Sumber: Antara)
« PREV
NEXT »

Facebook Comments APPID