BREAKING NEWS
latest

728x90

468x60

Ustaz Yusuf Mansur: Mahyeldi Rendah Hati dan Disegani


Ustaz kondang nasional Yusuf Mansur ternyata punya kesan tersendiri terhadap Mahyeldi Ansharullah Dt Marajo. Menurutnya, sosok Wali Kota Padang yang tengah cuti itu merupakan pemimpin yang penuh gairah dan semangat.

“Dulu di awal-awal saya belum begitu mengenal beliau dari dekat, gaya dan gestur tubuh saya dan beliau saat berinteraksi hanya biasa-biasa saja. Tidak ada kecanggungan. Bahkan tidak ada terkesan Mahyeldi sebagai seorang pejabat yang diatur sedemikian rupa oleh protokol,” kata Yusuf Mansur kepada wartawan beberapa waktu lalu.

Namun, katanya, setelah cukup lama mengenal, menurut hematnya Mahyeldi adalah pemimpin yang tangguh dan mampu menggerakkan masyarakat. Ini terlihat dari wajah dan gestur tubuhnya.

“Saksi dari apa yang dikerjakan Mahyeldi dapat terlihat saat ini. Pariwisata, perdagangan, infrastrutur dan lainnya sudah semakin membaik. Semua merupakan hasil dari kerja nyata,” kata ustaz yang dikenal gigih mendakwahkan zakat dan sadakah ini.

Menurutnya, kinerja pada bidang agama dan dakwah sudah tidak diragukan lagi. Dia melihat, seorang dai asal Saudi Arabia, Syekh Khalid al Hamudi adalah orang yang disegani oleh kelompok-kelompok umat Islam, baik yang dikategorikan kelompok kanan atau kiri (keras, moderat, liberal). Dan ternyata Syekh Khalid Al Hamudi begitu hormat dan segan kepada Mahyeldi.

“Ini menunjukkan bahwa Mahyeldi adalah orang yang punya posissioning dalam gerakan dakwah secara nasional dan internasional. Terpilihnya Kota Padang sebagai penyelenggara pertemuan dai dan ulama ketiga untuk tingkat Asia Tenggara, Eropa dan Afrika adalah bukti nyata bahwa beliau orang yang dianggap berpengaruh dalam percaturan dakwah di Sumatera Barat dan Indonesia,” katanya.

Dengan adanya pertemuan Dai tingkat Asia di Padang, warga Kota Padang mendapat berkah ilmu dengan hadirnya para ulama dan dai tingkat internasional dan nasional. Dia juga mendapat informasi bahwa Syeikh Abdullah al Minangkabawi (ulama Saudi keturunan Minang) yang rencananya hadir di Padang selama satu hari saja malah bertambah menjadi tiga hari, dan bahkan sampai ke Bukittinggi bertemu dengan keluarga besarnya.

“Ini semua menunjukkan bahwa peran Mahyeldi dalam menggairahkan semangat beragama dan mendalami ilmu agama sangat tinggi dan didukung penuh oleh tokoh-tokoh lainnya serta masyarakat,” katanya.

Yusuf menilai, Mahyeldi punya keinginan kuat untuk kembali membangkitkan semangat keagamaan di Kota Padang. Melahirkan kembali tokoh-tokoh agama seperti Ahmad Yasin Padang, Ahmad Khatib, Hamka, dan lainnya untuk model kekinian. Maka apa yang beliau programkan seperti pemberian reward kepada penghafal Al Quran untuk mudah masuk sekolah yang mereka inginkan adalah langkah yang benar.

“Karena penghafal Alquran adalah keluarga Allah, mereka menjaga kita dari maksiat dan bencana, sehingga tentu mereka lebih berhak untuk dihormati dan muliakan. Karena mereka telah menjaga dan memelihara kita. Kita pun berharap, para penghafal Alquran di Padang juga diberikan beasiswa untuk meneruskan kuliah di Al Azhar atau Ummul Qura misalnya,” katanya.

Sehingga, katanya, keberkahan itu terus mengalir untuk Kota Padang dan warganya. Harapan melahirkan ulama-ulama hebat seperti dulu dari Kota Padang juga semakin konkrit. “Program “1821” yang dicanangkan oleh Wali Kota Padang dan mendapat apresiasi dari Kementerian Pendidikan, mengingatkan Saya pada pengalaman dulu saat masih kecil dan tinggal di Kampung Sawah, Jakarta,” katanya.

Walaupun tidak persis sama, katanya, tetapi sampai hari ini kebiasaan itu masih ada. “Di Kampung Al Mansuriyah, kami dari Maghrib sampai Isya tidak keluar dari masjid, tetapi kami belajar mengaji, sehingga sampai sekarang menjadi kebiasaan yang tidak bisa ditinggalkan,” sebutnya.

Selain itu, katanya, Kota Padang punya pantai yang indah. Selain itu dia juga begitu tertarik dengan kulinernya. Sehingga hampir tiap pekan dia ke Padang, paling tidak dalam sepekan itu dia sampai tiga kali ke “kantor perwakilan Kota Padang” yang ada di Jakarta. Yaitu ke rumah makan Padang hanya untuk merasakan lezatnya rendang dan kikil.

“Doa kita bersama, semoga Mahyeldi tetap sehat, dilindungi Allah dalam membangun Padang dan mengayomi masyarakat. Juga dimudahkan Allah untuk bisa lebih baik lagi, bisa jadi gubernur, menteri bahkan presiden, sehingga semakin banyak orang yang mendapat manfaat dan keberkahan dari kepemimpinan beliau,” katanya. (*)

Sumber: Posmetro Padang
« PREV
NEXT »

Facebook Comments APPID