BREAKING NEWS
latest

728x90

468x60

KH Tengku Zulkarnaen : Bagi kami di MUI Pancasila itu sudah Final

Padang (28/11), Isu 41 Masjid terpapar Radikalisme menjadi isu nasional. Hasil penelitian Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M) itu digunakan Badan Intelejen Negara (BIN) sebagai bahan release adanya bahaya radikalisme dari Masjid.

Hal ini membuat acara sekelas Indonesia Lawyer Club mengangkat diskusi ini ke publik. Acara ini mengundang pembicara nasional yang terlibat dalam isu ini, perwakilan ulama, perwakilan cendekiawan muslim, tokoh politik, dan Ketua P3M Agus Muhammad.

Dalam pertanyaannya, Karni Ilyas bertanya kepada Agus, apakah menurut penelitian P3M KH Tengku Zulkarnaen ini Radikal. Agus menilai, Tengku termasuk penceramah yang radikal tengah. Radikal sendiri, menurut Agus memiliki ciri-ciri Menolak NKRI, Pancasila, UUD 45. Ciri yang kedua tidak menerima pemimpin selain islam. Yang ketiga menolak agama lain.

KH Tengku Zulkarnaen menolak anggapan dirinya radikal. Dia menerangkan tentang dirinya, dan mempertanyakan penilaian dati Agus Muhammad.

"Saya lulus Penataran P4 120 jam dan bisa menatar tingkat mandala. Dan kami di MUI menganggap Pancasila itu final. Karena Pancasila itu kelimanya diambil dari Qur'an," ujar Tengku.

Tengku Zulkarnaen menjelaskan terkait tidak menerima pemimpin selain islam, itu tidak benar. Menurut Tengku, tidak ada satupun ummat yang menolak pencalonan orang non islam di tempat mayoritas islam.

"Kalau masalah pilihan, itu hak asasi manusia. Agama kami, islam mengajarkan pilih pemimpin yang muslim, maka kami pilih yang muslim, gak ada radikal itu. Memilih yang hak masing-masing," kata Wakasekjen MUI dua periode.

Mantan Dosen Universitas Sumatera Utara (USU) ini menyebutkan penelitian yang dilakukan P3M ini penelitian abal-abal, ndak kelas. Hal ini disebabkan metode penelitian dan uji sampel yang dilakukan tidak mewakili.

"Tidak kelas ini, celakanya BIN percaya dengan hasil penelitian seperti ini. Mana Agus ini tidak tahu siapa donaturnya, Rumah Kebangsaan donaturnya dibilang tidak kenal. Gimana caranya yang meneliti tidak tahu siapa yang memberi dana," tegas Tengku.

Tengku melanjutkan, dia melihat ada upaya membawa dan menyudutkan orang-orang yang ingin berpancasila secara religius mereka sebagai orang yang radikal. Tengku juga melihat ada indikasi penceramah yang tertuduh sebagai penceramah radikal ini yang tidak setuju dan tidak memihak kepada rezim sekarang.

"Ya kalau saya tiba-tiba besok dukung Jokowi, pasti besok saya terkenal lagi (dipakai lagi jadi penceramah). Saya tidak cari makan dari ceramah ini, istri saya juga tidak mau makan uang dari ceramah. Saya kerja, saya tugas auditor Bank, dapat gaji dari sana," tutup Tengku Zulkarnaen.

« PREV
NEXT »

Facebook Comments APPID