BREAKING NEWS
latest

728x90

468x60

BPIH usulkan Biaya Haji standar Dollar AS

Babarito (10/12) Kementerian Agama (Kemenag) mengusulkan agar penetapan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun 1440 H/ 2019 M ditetapkan dengan dolar AS. Sementara, Panitia Kerja (Panja) BPIH mendorong penetapan dan pembayaran BPIH 2019 menggunakan rupiah.

Direktur Pengelolaan Dana Haji dari Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Dirjen PHU) Kemenag, Maman Saefullah menyampaikan, penetapan BPIH dengan dolar AS sebagai resistensi terhadap fluktuasi nilai tukar rupiah. Sebab, pelunasan BPIH yang dilakukan jamaah haji sesuai dengan nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS.

"Menteri Agama ingin jangan terjadi seperti sebelumnya, saat pelaksanaan ternyata mata uang rupiah melemah terhadap dolar AS, sehingga harus membayar selisihnya dari save guarding," kata Maman.

Ia menerangkan, BPIH tahun sebelumnya ditetapkan sesuai dengan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS saat nilainya Rp 13.588. Namun, tiba-tiba nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS menjadi Rp 14 ribu. Jadi penetapan BPIH dengan dolar AS bertujuan mengantisipasi fluktuasi nilai tukar rupiah yang tidak menentu.

Sebelumnya pemerintah kekurangan uang sekitar Rp 500 miliar karena mata uang rupiah terhadap dolar AS tiba-tiba melemah. Pada akhirnya DPR RI harus menyetujui tambahan dana sebesar Rp 500 miliar meskipun tambahan dana tersebut tidak habis semua, hanya habis sekitar Rp 304 miliar.

"Karena pengalaman dari tahun yang lalu, maka akan meyakinkan kepada DPR RI untuk menetapkan BPIH sesuai dengan kurs dolar AS, agar bisa mengantisipasi fluktuasi kurs yang kadang-kadang naik dan turun," ujarnya.

Maman berharap, dalam waktu dekat disepakati BPIH yang diusulkan pemerintah. Menurutnya DPR RI juga sebagian memahami apa yang diusulkan pemerintah terkait penetapan BPIH dengan dolar AS.

Sebelumnya, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menjelaskan alasan penetapan BPIH dilakukan dengan dolar AS. Pertama, 95 persen pembayaran penyelenggaraan haji dilakukan dengan mata uang asing yaitu mata dolar AS dan riyal Arab Saudi. Kedua, fluktuasi perubahan kurs mata uang rupiah baik terhadap dolar AS maupun riyal senantiasa mengalami perubahan.

"Jadi pelunasan yang dilakukan jamaah terkait selisih yang harus dibayarkan dari setoran awal yang sudah mereka bayarkan itu, tinggal dikaitkan dengan berapa nilai kurs rupiah pada saat pelunasan (BPIH)," jelas Lukman.

Redaktur : Friska Yolanda
Reporter : Fuji Eka Permana

Sumber : Republika.co.id
« PREV
NEXT »

Facebook Comments APPID