BREAKING NEWS
latest

728x90

468x60

Hermanto : Pancasila dasar Negara yang menyatukan segala perbedaan

Padang (01/12), Anggota MPR RI Fraksi PKS, Hermanto kembali sosialisasikan 4 Pilar kebangsaan di Masyarakat. Sabtu siang. Hermanto mengadakan kegiatan sosialisasi di Rawang, Padang Selatan, Kota Padang. Kegiatan yang dihadiri 150 orang peserta ini menghadirkan masyarakat sekitar Kecamatan Padang Selatan.

Menurut Ketua Panitia, Ahmad Risko kegiatan ini dilakukan dalam rangka memperkuat nasionalisme yang ada di masyarakat. Di mana dengan nasionalisme ini juga akan memperkuat persatuan NKRI. Risko juga menyebutkan acara sosialisasi ini bisa mempererat silaturahmi antara masyarakat dan wakilnya di MPR RI.

Senada dengan apa yang disampaikan oleh Ahmad Risko, Tokoh Masyarakat Kota Padang yang turut hadir, Gustami juga berpendapat sama. Gustami menyebutkan sosialisasi 4 Pilar ini penting karena adanya potensi perpecahan yang dibuat oleh orang luar.

"Negara Indonesia ini memiliki potensi kekayaan alam yang sangat besar, kalau kita bersatu, kuat, potensi itu akan penuh manfaat bagi masyarakat. Sekarang ini, ada yang menghembus-hembuskan perpecahan, mereka ingin mencaplok kekayaan Republik ini," terang Gustami.

Dalam penyampaiannya, Hermanto menjelaskan adanya tantangan kebangsaan Indonesia dari luar. Adanya pengaruh globalisasi dan makin kuatnya intensitas intervensi kepentingan kapitalis yang memiliki kekuatan Global, Kedua hal ini bisa mempengaruhi perumusan kebijakan Nasional.

"Untuk itulah, kita belajar kembali sejarah Bangsa ini, sejarah Pancasila dan UUD 1945. Dengan begitu kita paham, bahwa nasionalisme itu penting bagi kita, untuk memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa kita," terang Hermanto.

Hermanto juga menjelaskan dengan 17.528 pulau, ribuan suku Bangsa, dan ribuan bahasa besar potensi untuk berpecah, Namun sejarah membuktikan, lewat Sumpah Pemuda Bangsa Indonesia bersatu.

"Sejarah juga membuktikan perumusan Pancasila telah melalui beberapa tahapan, mulai dari sosialisasi ide dasar negara oleh Ir Sukarno di Pembukaan Sidang BPUPKI, lalu hasil rumusan Panitia 9, dan akhirnya 18 Agustus pada sidang PPKI terwujudlah Pancasila yang menjadi nilai dasar pemersatu Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia," jelas Pria asal Kurai Taji, Padang Pariaman ini.

Pada akhir presentasinya, Hermanto menyebutkan Amandemen UUD 1945 pasca reformasi semakin memperkuat kedaulatan Rakyat untuk memilih langsung siapa yang berhak memimpin. Rakyat bisa secara langsung menentukan wakilnya, siapa pula yang akan memimpin mereka dari tingkat pusat sampai daerah.

"Semangat demokrasi pasca reformasi ini harus kita manfaatkan untuk mencari pemimpin yang tepat untuk melayani, menjadi teladan kita," tutupnya.

(apuk)


« PREV
NEXT »

Facebook Comments APPID