BREAKING NEWS
latest

728x90

468x60

Musibah, menjadi tanda kita harus bermuhasabah

Semoga Allah SWT memberikan kekuatan disaat kita menghadapi musibah. Dan kita semua bisa mengambil hikmah yang terbaik dalam menyikapi musibah yang menimpa.
 
Musibah bagaikan alarm. Peringatan dari Allah SWT supaya manusia tidak lupa kepada-Nya. Kebanyakan manusia teringat kepada Allah setelah musibah/ujian yang tidak diharapkannya  datang. Padahal, sebenarnya musibah itu ada yang mengenakkan dan ada juga yang tidak mengenakkan. 
 
Setiap musibah akan membawa hikmah sangat berharga bagi mereka yang mau mengambil pelajaran darinya. Terutama hikmah yang dapat mempercepat kita mengenal Allah. Karena sudah lumrah bila seseorang mendapatkan musibah akan membuat dirinya sedih. Ini kemudian membuat tak ada ruang lagi untuk meminta pertolongan kepada makhluk. 
 
Menerima kenyataan yang tidak diinginkan (musibah) tentu saja membutuhkan waktu. Hanya saja kita harus berusaha supaya prosesnya tidak terlalu lama. Caranya adalah:
 
- Meyakini bahwa setiap kejadian itu adalah kehendak Allah. Jadi, ketika musibah itu datang, ucapkanlah “Innalilahi wainalilahi rojiun (Sesungguhnya kami kepunyaan Allah SWT dan kepadanyalah kami kembali). 
 
- Menjadikan musibah sebagai sarana evaluasi diri. Tidak ada kejadian apa pun yang menimpa diri kita, selain semuanya sudah diatur oleh Allah SWT. Dan kejadian tersebut pasti ada hubungan dengan apa yang telah kita lakukan di masa lalu. Sehingga akan menenteramkan hati bila musibah datang, kita segera untuk mengevaluasi diri. Jangan-jangan musibah ini adalah balasan atas sikap dan dosa yang telah kita lakukan di masa lalu. 
 
- Menjadikan musibah sebagai sarana tobat. Bersegeralah untuk bertobat kepada Allah SWT. Artinya kita melanjutkan hasil evaluasi diri dengan meminta ampunan kepada Allah. Dengan taubat yang sungguh-sungguh hingga air mata keluar dari rongga mata sebagai tanda kesungguhan kita memohon ampunan-Nya.
 
- Memohon kepada Allah SWT agar diberi kesabaran dan jalan keluar. Menerima musibah dengan keikhlasan hati seringkali memerlukan proses panjang. Jika rasa tidak ikhlas terus hadir, mintalah kepada Allah agar hati bisa tulus menerima ketetepan dari-Nya. Lalu bertobatlah karena ketidakikhlasan tersebut. Ambillah air wudhu, salat dua rakaat, dan ucapkan “Laa haula walaa quwwata illaa billaahil ’aliyyil adhiim.” Kemudian baca doa seperti yang tercantum dalam surah berikut ini:
 
“Dan kamu tidak menyalahkan kami, melainkan karena kami telah beriman kepada ayat-ayat Tuhan kami ketika ayat-ayat itu datang kepada kami.” (Mereka berdoa), “Ya Tuhan kami, limpahkan kesabaran kepada kami dan wafatkanlah kami dalam keadaan berserah diri (kepada-Mu).” (QS. al-A’raf [7]: 126).
 
Saudaraku, jika engkau telah mengadu kepada Allah, engkau boleh mengadu kepada teman atau saudaramu yang diyakini akan menjaga rahasia dan bisa memberi solusi atas masalah yang sedang dihadapi. 
 
Ingatah  saudaraku, jangan salah memilih teman curhat (mengadu). Jika tidak, engkau tidak mendapat solusi darinya dan bahkan aibmu akan diketahui banyak orang. Lebih baik engkau tidak sembarangan curhat atau berbicara dengan orang lain, karena satu orang rahasia terbuka maka pintu ribuan orang terbuka untuk tau informasi tersebut. Cukuplah Allah sebagai penolong kita dan cukuplah Allah yang akan memberikan jawabannya.
 
Dan ingatlah saudaraku bahwa Allah tidak akan menimpakan ujian atau musibah melainkan sesuai dengan kemampuannya, sebagaimana firman Allah SWT berikut ini:
 
“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa), "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah Kami,  ampunilah Kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah penolong kami, Maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.” (QS. al-Baqarah [2]: 286).
 
Menelaah dari ayat tersebut, ada beberapa pelajaran yang dapat kita ambil:
- Allah pasti membebani seseorang dengan masalah/musibah/ujian sesuai dengan kemampuan atau kesanggupannya. Yakinlah Allah tidak akan pernah menyia-nyiakan manusia. Justru dengan ujian inilah, kita bisa semakin yakin dengan adanya kekuasaan dan keagungan Allah SWT.
 
- Apa pun yang terjadi dengan diri kita, baik senang maupun susah, pasti ada kaitannya dengan apa yang telah kita lakukan di masa lalu. Maka cepatlah untuk introspeksi diri apabila suatu saat kita terkena musibah. Dan apabila Allah menganugerahkan kita sesuatu yang menyenangkan pun, seyogyanya untuk kembalikan semuanya kepada Allah dengan memujinya.
 
- Walaupun Allah SWT sudah memberikan garansi bagi kita, bahwa Dia pasti menimpakan ujian disesuaikan dengan kesanggupan kita. Tetaplah kita harus banyak berdoa seperti yang digambarkan dalam surah tersebut, karena doa adalah ibadah dan senjata umat Islam.
 
- Doa yang baik dikala kita mendapatkan musibah atau ujian adalah doa tobat, yakni meminta ampunan, memohon maaf, memohon rahmat Allah dan menolong dari segala tipu daya orang-orang kafir, karena hanya Dia-lah pelindung kita.
 
Mudah-mudahan kita tergolongkan menjadi hamba Allah yang senantiasa mengembaliakn segala permasalahan hidup kepada Allah. Aamiin. 

Sumber: dpu-daaruttauhiid.org
« PREV
NEXT »

Facebook Comments APPID