BREAKING NEWS
latest

728x90

468x60

"Person of the Year" untuk Jamal Kashoggi



Majalah Time edisi terbaru minggu ini menjadikan almarhum Jamal Khashoggi sebagai Person of the Year. Khashoggi, menurut Pemimpin Redaksi Time Edward Felsenthal adalah sosok yang konsisten membela kebenaran, bahkan ia harus kehilangan nyawanya demi menegakkan kebenaran dan menyuarakan pandangan kritisnya.

Selain Khashoggi, ada sekitar 52 jurnalis yang tewas sepanjang 2018 karena berani mengambil risiko untuk mengabarkan sebuah kebenaran informasi kepada publik, sehingga mampu membuka fakta dan diskursus sipil. Pertanyaannya, kenapa Jamal Khashoggi terpilih sebagai sosok penting tahun ini oleh Time?

CNN secara khusus membuat hashtag "We'reJamalKhashoggi" sebagai dukungan terhadap Time. Pasalnya, sejak dua bulan kematian Khashoggi belum ada tindakan yang tegas untuk menghukum pihak-pihak yang bertanggung jawab atas tragedi tersebut. Padahal kasus tersebut mendapatkan perhatian dunia.

Hasil investigasi Turki dan intelijen Amerika Serikat mengarah secara meyakinkan keterlibatan Muhammad bin Salman (MBS), Putera Mahkota Arab Saudi. Ada komunikasi yang intensif antara orang-orang yang diduga kuat sebagai pelaku pembunuhan dengan kantor MBS.

Dalam sistem yang dikendalikan oleh pihak kerajaan, sangat tidak mungkin alias mustahil para pelaku pembunuhan menghabisi nyawa Jamal Khashoggi tanpa perintah dari orang penting di lingkungan kerajaan. Apalagi pembunuhan berlangsung di dalam lingkungan Konsulat Jenderal Arab Saudi di Istanbul, Turki.

Pihak Turki terus mendesak kepada Arab Saudi agar menyerahkan 18 orang yang diduga terlibat dalam pembunuhan terhadap Khashoggi, karena aksi brutal terjadi dalam wilayah Turki. Ironisnya, pihak Arab Saudi bersikukuh untuk mengadili para pelaku di Riyadh. Hingga saat ini tidak ada kejelasan proses hukum terhadap para pelaku.

Sulit rasanya untuk percaya Arab Saudi akan menindak tegas para pelaku pembunuhan, karena 18 orang yang ditengarai aktor utama adalah pasukan khusus MBS yang dikenal dengan "pasukan harimau" (fariq al-nimr). Pasukan ini sengaja dibentuk oleh MBS untuk melakukan operasi politik bagi pihak-pihak yang dianggap kritis dan mengganggu kebijakan MBS.

Emosi publik warga dunia terus membuncah bersamaan dengan informasi yang disimpan rapat-rapat oleh Arab Saudi perihal jasad mendiang Jamal Khashoggi. Hingga saat ini belum ada penjelasan pihak Arab Saudi perihal jasad Khashoggi. Rumor yang berkembang, jasad Jamal dilarutkan dalam zat asam untuk menghilangkan jejak kematiannya.

Belum lagi, baru-baru ini beredar rekaman bahwa Khashoggi jasadnya dipotong-potong di saat dia masih hidup. Ia merasakan kesakitan dan mengeluh tidak bernapas karena aksi pembunuhan yang tidak manusiawi.

Semua informasi yang telanjang dan terang-benderang perihal proses pembunuhan dan kematian Khashoggi ini telah membukakan kesadaran dunia perihal perilaku lingkaran kerajaan Arab Saudi terhadap warganya yang selama ini kritis terhadap mereka. Ada pelanggaran HAM berat yag dilakukan MBS terhadap para pengkritiknya.

MBS yang dipuja setinggi langit perihal transformasi Arab Saudi pada modernitas hanya sebagai pencitraan dan isapan jempol. MBS dianggap hanya melakukan itu untuk tujuan meraih dan mempertahankan kekuasaan. Ironisnya, ia melakukan tindakan yang sangat kejam dengan memenjarakan, bahkan membunuh pihak-pihak yang dianggap berseberangan dengan kebijakan pihak kerajaan.

Khashoggi dianggap berbahaya oleh MBS, karena ia menentang kebijakan Arab Saudi terhadap Yaman. Di samping dukungan MBS terhadap rezim-rezim yang memberangus hak politik kaum Islamis di kawasan Timur-Tengah, khususnya hak politik Ikhwanul Muslimin.

Maka dari itu, kematian Khashoggi membuka borok dan luka yang lebih dalam lagi terkait perang di Yaman yang terus memburuk. Alih-alih dapat menghadirkan stabilitas politik, Yaman kini berada di ambang kehancuran. Banyak pihak yang menganggap Yaman dalam krisis yang parah dan mengarah pada "negara gagal".

Suara kritis terhadap kematian Khashoggi membuka mata hati dunia tentang masa depan Yaman yang sedang mengalami kebuntuan. Arab Saudi merupakan aktor yang dianggap bertanggungjawab atas memburuknya situasi kemanusiaan di Yaman. Tidak hanya itu, Amerika Serikat sebagai pihak yang menyuplai senjata ke Arab Saudi juga mendapatkan kritik keras.

Di sini, isu Khashoggi tidak hanya berdampak buruk bagi MBS, melainkan juga bagi Donald Trump yang hingga saat ini belum mengambil langkah tegas terhadap MBS. Ada dua isu yang sedang menjerat Trump saat ini: Pertama, sikap tegas terhadap Arab Saudi, khususnya MBS yang diduga kuat terlibat langsung dalam pembunuhan Khashoggi. Kedua, dukungan AS terhadap Arab Saudi dalam perang Yaman.

Dalam dua kasus ini, sepertinya Kongres dan Senat akan menekan Donald Trump agar "siuman" dalam menegakkan nilai-nilai AS dalam memperjuangkan kemanusiaan, keadilan, dan perdamaian. Apa yang dilakukan MBS terhadap Khashoggi dan Yaman sudah tidak bisa dibiarkan lagi, karena hal tersebut dapat mengancam hak asasi manusia dan mencoreng AS di mata dunia.

Media-media terkemuka di AS, seperti Time, The Washington Post, New York Times, CNN, dan beberapa media lainnya akan terus mendorong tegaknya keadilan dalam kasus kematian Khashoggi. Donald Trump harus mengutamakan kepentingan AS, America First, sebagaimana dalam janjinya selama kampanye. Kematian Khashoggi bukan kasus biasa, melainkan kasus yang sangat luar biasa, yang mana AS tidak boleh diam.

Dalam hal ini, media-media utama di AS terus menyuarakan "Kami Jamal Khashoggi" agar Donald Trump tidak hanya sekadar mengedepankan kepentingan bisnis keluarganya dengan MBS dan bisnis senjata AS dengan Arab Saudi, tetapi justru menjadikan nilai-nilai luhur AS sebagai kekuatan untuk menekan Arab Saudi yang selama ini dikenal tidak memperhatikan pentingnya kebebasan berpendapat, kebebasan berkumpul, dan hak asasi manusia.

Sumber : Detik News
« PREV
NEXT »

Facebook Comments APPID