BREAKING NEWS
latest

728x90

468x60

Saat Ikuti Reuni 212, Perempuan Berparas Tionghoa Ini Bercerita Soal PKS

Aksi Reuni 212 yang berlangsung di Kawasan Monas dan sekitarnya, tak melulu diikuti oleh jutaan masyarakat muslim yang datang dari banyak daerah.

Shilla (27) dan Hokiat (50) misalnya. Dua wanita berparas Tionghoa dan non-muslim ini bahkan dengan bangga mengikuti Aksi Reuni 212 seraya mengenakan topi bertuliskan Kalimat Tauhid.

Mereka datang bersama 30 orang rombongan kaum milenial. Hokiat mengaku datang sendiri dari Kelurahan Tomang, Jakarta Barat, lalu bertemu Shila dan rombongannya dari Kelurahan Setiabudi, Jakarta Pusat.

Ditanya mengenai adanya imbauan bagi para Kader dan Simpatisan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) untuk mengikuti aksi ini, mereka berdua dapat memahami. Sebab, menurut mereka, hal itu menunjukkan PKS selalu konsisten dalam menunjukkan keberpihakannya kepada umat Islam.

"Saya melihat, hal (imbauan, red) itu wajar ya, karena membela agamanya. Kami melihat PKS juga menghormati agama lain, PKS masih Pancasila. Bahkan teman-teman saya (non muslim-red) banyak di PKS," aku Hokiat.

Shilla juga memandang, PKS merupakan partai yang konsisten kepada rakyat.

"Sampai saat ini, saya melihat PKS tetap konsisten dengan kebijakan yang membela rakyat. PKS masih bertoleransi tinggi, PKS masih Pancasila," imbuh Shilla.

Mengenai janji kampanye PKS baru-baru ini, keduanya berharap rencana penghapusan pajak motor dan pemberlakuan SIM seumur hidup dapat dikaji lebih matang lagi.

"Saya berharap, kalau PKS sudah menduduki kursi nanti, kebijakan ini bisa dihitung matang-matang. Kalau sepeda motor banyak kan jadi pertimbangan. Selama mendukung rakyat, saya tidak masalah. Yang penting tidak terjadi pro kontra ke depannya," ujar keduanya.

Berkaitan dengan aksi ini, mereka sepakat bahwa kedatangannya adalah bentuk solidaritasnya untuk Umat Islam, meskipun berbeda agama.

"Ini bentuk solidaritas kita untuk Umat Islam. Kita percaya kepada Islam. Islam itu penuh toleransi. Saya membuktikan sendiri, kepada teman non Muslim yang lain, ngga usah khawatir akan dipersekusi. Ini menunjukan kesetiakawanan kami kepada teman-teman kami yang muslim," ujar Hokiat dengan bangga.

Senada, Shilla mengungkapkan alasannya ikut aksi Reuni Akbar 212 ini.

"Kita ingin menunjukan, persepsi selama ini bahwa umat Islam tidak bisa bertoleransi, itu salah. Kami selama ini berdampingan, damai. Kami membuktikan dengan aksi di sini juga damai, nyaman dan tidak ada persekusi sama sekali," ungkap Shilla, satu-satunya non Muslim dalam rombongannya.

(pks.id)

« PREV
NEXT »

Facebook Comments APPID